Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Desain Evaluasi

Posted by henypratiwi pada 11 Juli 2009

Desain Evaluasi

adalah suatu kondisi dan prosedur yang diciptakan oleh evaluator untuk mengumpulkan data.

Faktor-Faktor Yang Melemahkan Bentuk Evaluasi

  • Sejarah

Ketika suatu program dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu, dan dalam jangka waktu tersebut ada program lain yang juga dilaksanakan, maka hal ini akan menyebabkan hasil akhir yang menjadi tidak jelas.

  • Kedewasaan

Pada saat sebuah perlakuan sedang dalam proses, mungkin tejadi pertumbuhan alami pada murid yang diteliti, baik secara biologis, psikologis, maupun sosiologis. Pertumbuhan ini akan menyebabkan hasil evaluasi menjadi tidak jelas.

  • Ujian

Siswa yang sudah 2 kali mengikuti tes, seperti dalam desain pretes-posttes, biasanya akan lebih ‘ahli’ pada saat posttes.

  • Instrumentasi

Jika alat ukur diganti selama proses evaluasi, maka perubahan yang terjadi pada murid terkadang dikaitkan dengan perubahan alat ukur tersebut, bukan karena fenomena pendidikan yang sedang dievaluasi.

  • Ketidakstabilan

Ketika pengukuran yang digunakan dalam evaluasi tidak terlalu stabil, maka hasil akhir yang didapatkan juga menjadi tidak jelas.

  • Seleksi

Dalam suatu evaluasi, hasil akhir biasanya menjadi tidak jelas apabila individu yang dimasukkan dalam kelompok penelitian memiliki perbedaan yang sangat besar.

  • Mortalitas

Ketika dua atau lebih kelompok digunakan dalam penelitian, dan salah satu atau beberapa individu keluar dari kelompok, maka hasil evaluasi menjadi tidak jelas.

  • Statistik Regresi

Ketika siswa yang dipakai dalam evaluasi adalah siswa-siswa dengan skor yang terletak jauh dari keseimbangan standar deviasi statistik nilai (terlalu tinggi atau lebih seringnya memiliki skor yang terlalu rendah), maka ketika ada peningkatan nilai terhadap siswa yang diteliti ini, seolah-oleh karena adanya suatu perlakuan tertentu.

Pengertian Penelitian Eksperimen

Eksperimen merupakan salah satu metode penelitian yang dapat dipilih dan digunakan dalam penelitian pembelajaran pada latar kelas (PTK). Penelitian eksperimental dapat diartikan sebagai sebuah studi yang objektif, sistematis, dan terkontrol untuk memprediksi atau mengontrol fenomena.

Penelitian eksperimen bertujuan untuk menyelidiki hubungan sebab akibat (cause and effect relationship), dengan cara mengekspos satu atau lebih kelompok eksperimental dan satu atau lebih kondisi eksperimen. Hasilnya dibandingkan dengan satu atau lebih kelompok kontrol yang tidak dikenai perlakuan (Danim, 2OO2).

Cara Membuat Diagram Rancangan Penelitian Eksperimen

X= perlakuan eksperimental atau tingkatan dari variabel independent

Bila lebih dari satu tingkatan perlakuan dilakukan maka dituliskan sebagai x1, x2 dan seterusnya.

Tanpa tanda x = keadaan kontrol

O = Observasi atau pengukuran dari variabel dependent.

Rancangan yang akan diterapkan dalam penelitian eksperimen meliputi:       pra-eksperimental, eksperimen murni, dan eksperimen kuasi.

(1). Rancangan Pra-Eksperimental

a).    Desain eksperimental yang paling sederhana disebut One Shot Case Study. Desain ini digunakan untuk meneliti pada satu kelompok dengan diberi satu kali perlakuan dan pengukurannya dilakukan satu kali. Diagramnya adalah sebagai berikut:

X         O

b).   Tes awal – tes akhir kelompok tunggal (the one group pretest posttest)

(desain yang menggunakan pretes-posttes pada satu kelompok)

merupakan perkembangan dari desain sebelumnya. Pengembangannya ialah dengan cara melakukan satu kali pengukuran di depan (pre-test) sebelum adanya perlakuan (treatment) dan setelah itu dilakukan pengukuran lagi (post-test).

O1 X O2

c). Perbandingan kelompok statis (the static group comparison design)

merupakan modifikasi dari desain b. Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih sebagai obyek penelitian. Kelompok pertama mendapatkan perlakuan sedang kelompok kedua tidak mendapat perlakuan. Kelompok kedua ini berfungsi sebagai kelompok pembanding / pengontrol. Desainnya adalah sebagai berikut:

X         O1

O2

(2). Rancangan Eksperimen Murni/ Sesungguhnya

Rancangan eksperimen murni ini mempunyai tiga karakteristik, yaitu:

a). Adanya kelompok kontrol.

b). Siswa ditarik secara random dan ditandai untuk masing-masing kelompok.

c). Sebuah tes awal diberikan untuk mengetahui perbedaan antar kelompok.

Dua rancangan eksperimen secara garis besar dijelaskan sebagai berikut.

a). Rancangan secara acak dengan tes akhir dan kelompok kontrol (the randomized posttest only    control group design)

Desain ini sudah memenuhi kriteria eksperimen sebenarnya, yaitu dengan adanya manipulasi variable, pemilihan kelompok yang diteliti secara random dan seleksi perlakuan. Desainnya adalah sebagai berikut:

( R )     X           O1

( R )          O2

b). Rancangan secara acak dengan tes awal dan  tes akhir dengan kelompok kontrol (the randomized pretest-posttest control group design)

Desain ini merupakan pengembangan dari desain sbelumnya. Perbedaannya terletak pada baik kelompok pertama dan kelompok pengontrol dilakukan pengukuran didepan  (pre-test). Desainnya adalah sebagai berikut:

( R )     O1 X O2

( R )      O3   O4

(3). Rancangan Eksperimen Kuasi/Semu (Quasi—Experimental Design)

Rancangan eksperimental kuasi ini memiliki kesepakatan praktis antara eksperimen kebenaran dan sikap asih manusia terhadap bahasa yang ingin kita teliti. Beberapa rancangan eksperimen kuasi (eksperimen semu), yaitu:

a. Rancangan Satu Kelompok (One-Group Design)

1. One Group pretest-postest design

yaitu jenis kuasi di mana hanya ada satu kelompok eksperimen yang kepadanya dilakukan posttest saja.

O1       X         O2

b. Rancangan Multi Kelompok (Multigrup Design)

1. Time-Series Design

Desain dengan Jangka Waktu Tertentu

O1    O2       O3       O4       X         O5       O6       O7       O8

2.  Nonequivalent pretest-postest control  group design

yaitu (hanya) ada satu kelompok eksperimen yang ada di dalamnya termasuk/diberikan pretest dan posttest, tetapi tidak ada kelompok kontrol.

O1       X      O2

————————–

O1                   O2

3. Nonequivalent posttest only control group design

eksperimen terhadap 2 kelompok, yang satu kelompoknya diberi perlakuan dan posttest, sedangkan pada kelompok lain hanya diberikan posttest saja, tidak ada pretest dan perlakuan.

X                     O

————————————–

O

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: