Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Berita Pendidikan

Posted by henypratiwi pada 29 Juli 2009

Sertifikasi Guru dan Kualitas Pendidikan Kaltim
Sejak 2006 lalu, angin segar bagi para guru mulai berhembus. Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen (UUGD), Permendiknas No 18/2007 tentang Sertifikasi Guru dalam Jabatan dan PP No 74 tahun 2008 tentang Guru, setiap guru harus disertifikasi.MELALUI Sertifikasi Guru dalam Jabatan, seluruh guru di Indonesia diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Tahun ini, sebanyak 2.362 guru dan pengawas se-Kaltim mendapat jatah untuk mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan. Khusus untuk Samarinda, terdata sekitar 1.300 guru di Samarinda telah mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan hingga 2008 lalu.

Para pendidik yang telah mengikuti sertifikasi guru dalam jabatan akan menerima sertifikat pendidik. Sertifikat pendidik adalah bukti formal sebagai pengakuan kepada guru sebagai tenaga profesional. Para guru pun dihadapkan pada tantangan untuk membuktikan diri menjadi tenaga profesional.

Namun, tak sekadar dituntut menjadi tenaga profesional, setiap guru yang telah disertifikasi berhak memperoleh tunjangan profesi sebagai konsekuensi adanya sertifikat pendidik. Ini juga sesuai Permendiknas No 18/2007 Pasal 6 (2), yang menyatakan PNS yang diangkat oleh Pemerintah yang telah memiliki sertifikat pendidik, nomor registrasi guru dari Departemen Pendidikan Nasional, dan melaksanakan beban kerja guru sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dalam satu minggu berhak atas tunjangan profesi pendidik sebesar satu kali gaji pokok yang dibayarkan melalui APBN terhitung mulai bulan Januari pada tahun berikutnya setelah memperoleh sertifikat pendidik.

“Bila sertifikat pendidik guru telah keluar, maka mereka berhak menerima tunjangan profesi yang besarnya satu kali gaji pokok,” papar Teguh Setiawardana, Koordinator Sertifikasi Guru dalam Jabatan, Dinas Pendidikan Kota Samarinda, beberapa waktu lalu.

Pembayaran tunjangan profesi, kata Teguh, biasanya dibayarkan sekaligus untuk enam bulan. Dana yang diperoleh dari APBN akan langsung dimasukkan ke rekening masing-masing guru. Teguh mengaku saat ini para guru memburu kesempatan memperoleh sertifikat pendidik, terlebih karena tunjangan profesi yang diberikan kepada guru yang telah mendapat sertifikat pendidik.

“Padahal dulu di tahun 2006-2007, kami telah melakukan sosialisasi mengenai sertifikasi guru ini. Namun, sebagian besar guru menganggap itu cuma mimpi. Ketika ada kawan mereka yang mendapat tunjangan profesi, barulah mereka percaya dan ikut sertifikasi,” ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Tribun, bila seorang guru telah mencapai golongan IVA dan mengajar selama 12 tahun dengan gaji pokok sebesar Rp 2.260.400, maka penghasilannya yang diterimanya perbulan bisa mencapai Rp 4.520.800/bulan. Penghasilan tersebut belum termasuk tunjangan insentif yang diberikan pemerintah daerah masing-masing.

Joko Iriandono, Kepala SMPN 4 Samarinda mengungkapkan, terhitung sejak April 2008 hingga  Desember 2008 dirinya telah menerima tunjangan profesi, karena telah lolos sertifikasi guru dalam jabatan. Joko yang termasuk guru golongan IVA menerima tunjangan profesi sebesar Rp 2.143.000/bulan, sesuai besaran gaji pokoknya. Namun kucuran dana sertifikasi tidak diterima perbulan. Untuk kucuran tunjangan profesi di tahun 2008,  Joko menerima rapelan selama sembilan bulan sekaligus. Sedangkan tunjangan profesi di tahun 2009 ini belum diterima sama sekali.

“Sertifikasi diperlukan karena guru adalah tenaga profesional. Namun untuk dapat dikatakan profesional ada tiga hal yang harus dilakukan guru yakni mampu membuat persiapan pengajaran, mampu mempraktekkan rencana tersebut di kelas dan mampu melakukan evaluasi dengan benar, sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Sedangkan tunjangan profesi itu bukan tujuan utama, karena itu hanya konsekuensi dari diterimanya sertifikat pendidik sebagai bukti profesionalitas guru,” papar Joko. (maipah)   Sumber : www.tribunkaltim.co.id, Kamis 11/06/2009

Satu Tanggapan to “Berita Pendidikan”

  1. dira said

    Mudah2an Guru semakin diperhatikan, sehingga pendidikan benar2 maju..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: