Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran

Posted by henypratiwi pada 28 Agustus 2009

Ada 3 tipe pemanfaatan multimedia pembelajaran.

Pertama, multimedia digunakan sebagai salah satu unsur pembelajaran di kelas. Misal jika guru menjelaskan suatu materi melalui pengajaran di kelas atau berdasarkan suatu buku acuan, maka multimedia digunakan se¬bagai media pelengkap untuk menjelaskan materi yang diajarkan di depan kelas. Latihan dan tes pada tipe pertama ini tidak diberikan dalam paket multimedia melainkan dalam bentuk print yang diberikan oleh guru.

Kedua, multimedia digunakan sebagai materi pembelajaran mandiri. Pada tipe kedua ini multimedia mungkin saja dapat mendukung pembelajaran di kelas mungkin juga tidak. Berbeda dengan tipe pertama, pada tipe kedua seluruh kebutuhan instruksional dari pengguna dipenuhi seluruhnya di dalam paket multimedia. Artinya seluruh fasilitas bagi pembelajaran, termasuk latihan, feedback dan tes yang mendukung tujuan pembelajaran disediakan di dalam paket.

Ketiga, multimedia digunakan sebagai media satu-satunya di dalam pembelajaran. Dengan demikian seluruh fasilitas pembelajaran yang mendukung tujuan pembelajaran juga telah disediakan di dalam paket ini. Paket semacam ini, seperti dijelaskan di muka, sering dis¬ebut CBL (Computer Based Learning). Mungkin pembaca bertanya-tanya apa perbedaan tipe ketiga ini dibandingkan dengan tipe kedua ?
Pemanfaatan multimedia dalam pengajaran sains
Materi yang berhubungan dengan sains adalah materi yang sangat cocok untuk dijelaskan melalui multimedia. Hal ini berkaitan dengan sifat dari materi sains sendiri yang banyak berhubungan dengan penjelasan suatu fenomena, proses, dan hal-hal lain yang dinamis. Beberapa persepsi guru dan siswa di dalam pemanfaatan multimedia dalam pengajaran sains diberikan oleh Barton (2004) di bawah ini :

Manfaat dari visualisasi :
– Membuat yang terlihat menjadi terlihat
– Menghadirkan reaksi yang tak nampak di dalam lab
– Animasi menambah pemahaman
– Gambar menambah pemahaman suatu konsep abstrak
– Memungkinkan visualisasi yang terlalu kecil, terlalu cepat, terlalu lamban atau terlalu berbahaya
Perbedaan yang muncul bila dibandingkan pemanfaatan media yang lain:
– Memberikan pengayaan bagi siswa yang mahir
– Memberikan support dan motivasi bagi siswa yang belum mahir
– Memungkinkan siswa belajar sesuai dengan kemampuannya
– Mudah bagi siswa untuk mengulang-ulang suatu proses
– Memungkinkan interaksi yang lebih luas antara guru-siswa
Motivasi yang muncul:
– Menimbulkan antusiasme, ketertarikan, dan keterlibatan
– Mendorong siswa untuk mendapatkan jawaban atas ketertarikan mereka
– Siswa merasakan suasana menyenangkan (fun)
– Mendorong siswa untuk tetap fokus pada materi
– Suatu tool pembelajaran untuk menghadirkan ide-ide yang sukar.

Kita lihat bahwa banyak hal-hal positif dari pemanfaatan multimedia untuk pengajaran sains. Sekalipun demikian ada hal penting yang mesti kita antisipasi yakni : munculnya miskonsepsi dan menurunnya motivasi pada praktikum yang sessungguhnya. Di dalam multimedia animasi dan simulasi hanyalah suatu tiruan dari keadaan yang sebenarnya. Tiruan ini bagaimanapun juga tidak akan mampu mendekati keadaan yang sesungguhnya. Keadaan tiruan inilah yang memunculkan miskonsepsi. Sebagai contoh animasi yang menunjukkan kerja suatu rangkaian tegangan bolak balik yang dihadirkan dengan gelombang berbentuk grafik sinus dapat saja menimbulkan miskonsepsi bagi siswa bahwa elektron bergerak naik turun sperti halnya gerak gelombang sinus.

Melakukan praktikum dengan multimedia dan praktikum sesungguhnya di lab jelas sangat berbeda. Praktikum dengan multimedia berlangsung dalam kondisi yang ideal atau kendala-kendala yang ada sengaja dihilangkan. Praktikum sesungguhnya di lab penuh dengan ketidaksempurnaan dan error. Mungkin kita ingat kala melakukan praktikum mengukur percepatan gravitasi bumi dengan pendulum. Berapa banyak diantara kita yang mendapatkan nilai g di atas 9.8 m/s2 di akhir praktikum ? Kondisi-kondisi yang tak ideal semacam ini yang menyebabkan siswa enggan untuk melakukan praktikum sesungguhnya dan beralih ke praktikum dengan multimedia. Siswa yang kurang mahir atau yang memiliki kemam­puan pas-pasan akan enggan melakukan praktikum sesungguhnya dengan serius karena kesalahan-kesalahan di dalam praktikum hanya semakin menunjukkan ketidak mampuan mereka. Hal semacam inilah yang ingin dihindari banyak siswa.

Melihat kendala-kendala di atas maka peran guru dalam menjelaskan keterbatasan dan perbedaan suatu praktikum dengan multimedia dan praktikum sesungguhnya sangat penting. Praktikum dengan multimedia bukan tidak memiliki nilai positif akan tetapi perlu ditekankan bahwa praktikum dengan multimedia lebih menekankan pada penjelasan proses yang rumit atau konsep yang abstrak agar siswa mendapatkan gambaran umum dari suatu proses atau konsep. Sementara praktikum sesungguhnya adalah latihan bagi siswa untuk mencoba menguji teori-teori yang ada pada keadaan yang nyata dengan berbagai kendala yang ada.

Maka, dapat disimpulkan segi positif dan segi negatif dari multimedia pembelajaran adalah :

Segi positif (bagi siswa) :

  • Siswa lebih cepat memahami konsep – konsep pembelajaran.
  • Tidak menimbulkan minskonsepsi terhadap konsep pembelajaran.
  • Tidak menimbulkan perbalisme.
  • Pembelajaran lebih bermakna karena media dapat menarik perhatian para siswa.

Segi positif (bagi guru) :

  • Guru lebih efektif melakukan pembelajaran jika dibandingkan dengan tidak menggunakan media pembelajaran.
  • Guru bisa menciptakan pembelajaran student centres.

Segi negatif :

  • Guru harus mempunyai waktu yang relatif banyak untuk mempersiapkan media sebelum proses pembelajaran di laksanakan.
  • Guru harus dapat mempergunakan media multimedia pembelajaran secara optimal.

3 Tanggapan to “Pemanfaatan Multimedia Pembelajaran”

  1. arul said

    tnxs mbak,,,,
    segi postif bwt siswa g da mbak?

  2. henypratiwi said

    Ada, silakan dibaca lagi ya.

  3. miman Firmansyah said

    mbak terima kasih banyak atas informasi tentang metode ekperiential learning soalnya saya lagi nyusun skripsi….
    mbak apa saja judul buku yang berhubungan dengan metode tersebut soalnya di Garut tidak ada………….
    dan kalau mba tidak keberatan apakah mbak mempunyai TA atau skripsi tentang metode tersebut…terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: