Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Riset Online Mengenal Sekilas Buah Naga (Dragon Fruit)

Posted by henypratiwi pada 4 Desember 2009

Mengenal Sekilas Buah Naga (Dragon Fruit)


Buah naga (Inggris: pitaya) adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun, sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan. Hylocereus hanya mekar pada malam hari. Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijau di atas meja altar. Warna merah buah jadi mencolok sekali di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Thang loy orang Vietnam ini kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

Nama buah naga diberikan pada buah-buah yang dapat dimakan dari tumbuhan :

  • Hylocereus undatus, yang buahnya berwarna merah dengan daging buah putih
  • Hylocereus polyrhizus, yang buahnya berwarna merah muda dengan daging buah mera
  • Selenicereus megalanthus dengan kulit buah kuning dan daging buah putih
  • Hylocereus costaricensis, buah naga daging super merah.

Morfologi
Morfologi tanaman buah naga terdiri dari akar, batang, duri dan bunga serta buah. Akar buah naga hanyalah akar serabut yang berkembang di dalam tanah di batang atas sebagai akar gantung. Akar tumbuh di sepanjang batang di bagian punggung sirip di sudut batang. Di bagian duri muncul ini akan tumbuh bunga yang bentuknya mirip bunga Wijayakusuma. Bunga yang tidak rontok berkembang menjadi buah. Buah naga bentuknya bulat agak lonjong seukuran dengan buah alpukat. Kulit buahnya berwarna merah menyala untuk jenis buah naga putih dan merah, berwarna merah gelap untuk buah naga hitam dan berwarna kuning untuk buah naga kuning. Di sekujur kulit dipenuhi dengan jumbai-jumbai yang dianalogikan dengan sisik seekor naga. Oleh sebab itu, buah ini disebut buah naga. Batangnya berbentuk segitiga, durinya pendek sekali dan tidak mencolok, sampai mereka dianggap “kaktus tak berduri”. Bunganya mekar mulai senja, kalau kuncup bunga sudah sepanjang 30 cm. Itulah saatnya kita mengundang para tetangga dan handai taulan pencinta bunga untuk menyaksikan mekarnya buah naga.Mahkota bunga bagian luar yang krem itu mekar pada pukul sembilan (kira-kira), lalu disusul mahkota bagian dalam yang putih bersih, meliputi sejumlah benangsari yang kuning. Bunga seperti corong itu akhirnya terbuka penuh pada tengah malam. Itulah sebabnya ia tersiar luas ke seluruh dunia sebagai night blooming cereus. Sambil mekar penuh ini, ia menyebar bau yang harum. Ternyata bau ini disebar ke seluruh penjuru angin malam, untuk menarik para kelelawar, agar sudi kiranya datang bertandang untuk menyerbuki bunga itu. Dalam gelap gulitanya hutan belantara malam, mata kelelawar memang kurang awas, tetapi hidungnya “tajam”.
Pembudidayaan Buah Naga
Orang biasanya memperbanyak tanaman dengan cara setek atau menyemai biji. Tanaman akan tumbuh subur jika media tanam porous (tidak becek), kaya akan unsur hara, berpasir, cukup sinar matahari dan bersuhu antara 38-40o C. Jika perawatan cukup baik, tanaman akan mulai berbuah pada umur 11- 17 bulan. Kota Malang berada 400-700 dpl, sangat cocok untuk budidaya buah naga merah. Walaupun memiliki udara yang cukup sejuk, namun mendapatkan sinar matahari yang cukup merupakan modal untuk pertumbuhan buah naga merah . Buah naga dapat berkembang dengan kondisi tanah dan ketinggian lokasi apapun, namun tumbuhan ini cukup rakus akan unsur hara, sehingga apabila tanah mengandung pupuk yang bagus, maka pertumbuhannyapun akan pesat sekali. Dalam waktu 1 tahun, tanaman bisa mencapai ketinggian 3 meter lebih. Berdasarkan beberapa sumber, buah naga belum banyak dibudidayakan di Indonesia, sementara ini data yang diperoleh baru daerah : Mojokerto, Jember, Malang, Pasuruan, Bayuwangi, dan Ponorogo. Dengan luas areal masing-masing tidak lebih dari 3 ha. Cara Menanam buah naga Pertama-tama, Pilih batang yang sudah tua, dan sebaiknya yang sudah pernah berbuah. Atau, pilih yang bentuk batangnya mengarah ke atas. Lalu tancapkan di media tanam. Jika ingin menanamnya dalam pot, masukkan campuran media tanam yang terdiri dari tanah, pupuk, dan pasir, masing-masing berbanding satu (1:1:1). Pasir bisa diganti sekam bakar. Namun, jika tanahnya sudah porous, tak perlu pasir lagi. Gunakan alat khusus untuk mengetes tingkat pH (asam dan basa) tanah. Pilih penyangga besi untuk menahan batangnya agar tak terlalu melengkung ke bawah. Di masa vegetatif, akan muncul cabang-cabang baru yang sehat, berbentuk runcing, dan ujungnya berwarna kemerahan. Buang batang-batang yang tumbuh dari bawah, karena tak ada gunanya. Berikan pupuk pertama saat baru saja ditanam. Pemupukan kedua dilakukan setelah 6 bulan sejak ditanam, atau menjelang musim panen. Pemupukan ketiga, berikan setelah musim panen usai. Beri pupuk dalam dosis ½ -nya, dengan jangka waktu agak sering. Sebaiknya, korek dulu sekitar media tanamnya lalu beri pupuk di sekelilingnya. Maksudnya, agar ketika hujan datang, pupuk tak ikut larut dengan air hujan. Terakhir, Jika media tanamanya digali dan masih berwarna hitam, artinya masih ada sisa pupuk lama di sana.
Cara Memilih Buah Naga yang Matang :
Rasa dari buah naga ini memang sangat enak, yaitu manis dan garing dengan rasa yang merupakan perpaduan dari buah kiwi dan pir. Untuk memilih buah naga yang matang pertama-tama carilah yang berwarna terang, jangan yang terlalu merah karena ini berarti terlalu matang. Ciri-ciri yang terlalu matang adalah buah naga terlihat kering dan diujung jumbainya berwarna coklat. Taruh buah naga di genggaman tangan kemudian tekan kulitnya perlahan dengan jempol atau jari apabila cukup keras berarti matang. Jangan pula pilih yang belum matang karena dagingnya masih lunak dan perlu beberapa hari untuk mematangkannya.
Manfaat Buah Naga
Buah naga sendiri memiliki warna kulit yang menyala, kulitnya juga tidak mulus, melainkan berlapis sehingga mirip sisik ular besar atau naga. Isi buahnya berwarna putih, merah atau ungu dengan taburan biji-biji berwarna hitam. Tekstur isinya seperti selasih dengan cita rasa seperti buah kiwi. Dibalik rasanya yang manis menyegarkan, buah naga kaya akan manfaat. Banyak orang percaya buah ini dapat menurunkan kolesterol dan penyeimbang gula darah. Memang belum ada penelitian pasti tentang manfaat buah ini. Namun, mengingat asalnya dari jenis buah kaktus, kita percaya buah naga mengandung vitamin C, beta karoten, kalsium dan karbohidrat. Yang pasti buah naga tinggi serat sebagai pengikat zat karsinogen penyebab kanker dan memperlancar proses pencernaan.
Penganut Islam di Xinjiang sering memakannya, tetapi berakhir makan buah naga saat Kerusuhan Xinjiang tahun 2009. Badan Litbang Pertanian Republik Indonesia menyebutkan, bahwa buah naga dapat menurunkan kadar kolesterol, penyeimbang gula darah, menguatkan fungsi ginjal dan tulang, serta meningkatkan kerja otak. Adapun zat fitokimia di dalam buah ini dapat menurunkan risiko kanker. Buah naga juga sangat baik untuk sistem peredaran darah. Buah ini sangat efektif untuk menyehatkan lever, perawatan kecantikan, meningkatkan ketajaman mata, mengurangi keluhan panas dalam dan sariawan, menstabilkan tekanan darah, mengurangi keluhan keputihan, dan mencegah kanker usus, mencegah sembelit dan memperlancar feses, mengurangi tekanan emosi dan menetralkan racun dalam darah. Buah naga mengandung 80 persen air, vitamin C, antioksidan, serat, kalsium, zat besi, dan fosforus yang bermanfaat untuk mengatasi penyakit darah tinggi. Kandungan gizi pada buah naga yang mencapai 0,7-0,9 gram dalam setiap gramnya juga sangat berguna dalam sistem pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol. Bukan hanya dikonsumsi sebagai buah tapi juga dapat diolah menjadi minuman seperti jus, serta sebagai bumbu, tanpa melupakan manfaatnya yang sangat besar sebagai obat. Jadi, jika ingin terhindar dari berbagai penyakit, tak ada salahnya bila anda mengonsumsi buah naga mulai dari sekarang.

2 Tanggapan to “Riset Online Mengenal Sekilas Buah Naga (Dragon Fruit)”

  1. agust6smk said

    untuk keterangan refrensinya bgmn

  2. Novita Iswanti said

    Koq panen dan pasca panennya g ada??? Padahal lagi perlu…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: