Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Penyeleksian Guru RSBI Gunakan Sistem Berbeda

Posted by henypratiwi pada 23 November 2011

SAMARINDA —  Seleksi calon Kepsek dan  guru RSBI (Rintisan Sekolah Berstandar Internasional) di Samarinda yang segera  dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Kaltim bersama Disdik Samarinda   disebut  Staf Ahli Disdik Kaltim, Nanang Riyono,  berbeda dengan seleksi  biasa.  Perbedaannya setiap   peserta  akan ditugaskan membuat  diskripsi diri yang menggambarkan minat dan  motivasi mereka.

“Setiap peserta wajib menunjukkan  komitmen  jika lulus  tahapan seleksi.  Artinya, peserta atau  calon bersangkutan diharapkan mampu menilai potensi atau kelebihan yang dimilkinya,  apakah mampu menjadi Kepsek  dan guru  atau tidak  untuk mengembangkan RSBI,”  ujar Nanang Riyono ketika ditanya wartawan  terkait rencana  penyeleksian   itu.

Berbicara di Samarinda,  baru-baru ini,  Nanang Riyono menyebut,  komitmen mereka  ini  sangat penting  karena akan dijadikan pegangan untuk  tahapan seleksi  maupun  saat  uji kelayakan dan  kepatutan (fit and proper test).  Menurut dia,  seleksi  calon Kepsek dan guru RSBI sendiri terbuka bagi  semua  guru yang berminat dengan dua kategori.

Kategori pertama,   semua guru  dari sekolah mana pun di Samarinda  terbuka peluang  untuk menjadi Kepsek atau guru di SMPN 1, SMPN 2, dan SMAN 1 yang dalam hal ini dikelola Pemkot Samarinda.  Sedang  bagi guru-guru   yang ingin menjadi Kepsek  maupun guru di SMAN 10 Melati  dilakukan melalui Pemprov  yang dalam hal ini Disdik Kaltim.

“Jadi, dalam proses penjaringan  ini ada dua versi.   Guru yang ada di Samarinda baik guru di RSBI maupun guru di sekolah konpensonal  boleh ikut seleksi di tiga RSBI yang dikelola Pemkot.  Sedang  yang ingin menjadi Kepsek  di RSBI yang dikelola Pemprov terbuka bagi  semua guru di seliuruh kabupaten/kota Kaltim,”  katanya, seraya menambahkan bagi guru yang menjar di RSBI maupun non RSBI boleh ikut bersaing menjadi guru yang akan direkrut untuk mengajar di RSBI.

Terkait pelaksanaannya nanti, terang dia, Disdik akan menyurati Disdik di 14 kabupaten/kota  di Kaltim untuk mengirimkan calon Kepsek maupun guru pilihan dari daerahnya.  Kesempatan ini  diberikan untuk  semua  guru  di Kaltim  agar ikut  berpartisipasi mengikuti seleks.

Sementara  tes tertulis, wawancara dan presentasi  peserta nanti,  menurut Nanang, harus disampaikan dalam bahasa Indonesia dan  bahasa Inggris. “Semua guru silakan mengajar dengan  bahasa Indonesia, tapi mereka juga  setidaknya harus menguasai bahasa Inggris.  Ini penting untuk memudahkan  mereka   memperoleh informasi dan   mengembangkan diri lebih lanjut,” timpalnya.

Soal  seleksi  Kepsek RSBI,  menurut dia,  peserta harius mempresentasikan   program kerjanya jika terpilih. Sedang   untuk guru akan diseleksi melalui peraktek mengajar sesuai  bidang keahliannya masing-masing. Karena itu, hasil  tes  yang didapat  cukup komplit, dan   panitia seleksi  bisa  merekomendasikan orang-orng yang cocok ditempatkan di masing-masing sekolah.

Sementara  untuk penetapan ke sekolah sendiri akan ditangani  tim khusus.  Ia menyebut,  tim seleksi  hanya menyiapkan calon-calon  yang memenuhi kriteria.  Mereka juga  tidak  diberikan peringkat seleksi,   kecuali mengelompokkan mereka sesuai bidang studi guna menghindari  kemungkinan timbulnya  masalah.

“Ambil contoh misalnya mata pelajaran biologi.  Kami akan menjaring siapa yang sesuai  kompetensi minimalnya, sehingga ada passing grade yang dipakai, bukan peringkat tertinggi atau terendah. Kalau misalkan dia (peserta) memperoloeh peringkat tertinggi saat seleksi , sementara skoringnya teredah tentu  akan menimbulkan masalah dan  beresiko. Kalau dengan passing grade kan jika dia tidak memenuhi syarat,  ya kami akan rekrut orang lagi. Jadi di sini  passing grade yang  jadi tolak ukurnya,” urainya.

Setelah itu, tambah dia, baru  tim seleksi menyerahkannya kepada tim khusus yang meliputi Disdik, BKD, Baperjakat untuk melakukan pengkajian sebelum ditetapkan untuk ditempatkan di sekolah mana. “Mereka akan membicarakan hasil olahan dari tim seleksi tersebut. Yang penting tim seleksi menentukan passing grade batas minimal dari semua komponen yang menjadi penilaian,” ucapnya. (arf-dil/diskominfo)

 

Sumber : http://diskominfo.kaltimprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: