Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Pendidikan dan Peradaban

Posted by henypratiwi pada 17 Desember 2011

Jakarta, MetroNewz-Merosotnya nilai-nilai sosial budaya bangsa dalam konteks bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang berdampak pada melemahnya karakter bangsa.

Berkurangnya bahkan hilangnya pendidikan karakter pada semua jenjang pendidikan dari pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi yang berakibat pada melemahnya daya saing bangsa.

Dua hal tersebutlah yang menjadi alasan utama akan diadakannya Konvensi Kampus VIII dan Temu Tahunan XIV Forum Rektor Indonesia (FRI) di Universitas Haluoleo, Kendari, pada tanggal 2-4 Desember 2011 dengan tema, Restorasi Peradaban Dimulai dari Pendidikan, Pendidikan karakter ditengah Keragaman Budaya dalam Memperkuat Daya Saing Bangsa.

Forum Rektor Indonesia (FRI) yang telah berdiri sejak 7 November 1998 telah melakukan Konvensi Kampus I-VII. Berbagai upaya telah dilakukan guna memberikan masukan dan mendukung program-program Pemerintah demi suksesnya kepentingan Pembangunan Nasioanal.

Seperti, melakukan kajian-kajian akademik untuk mencari alternatif pemecahan masalah bangsa secara lebih komprehensif melalui kelompok-kelompok kerja antar Perguruan Tinggi.

Pemikiran penyempurnaan amandemen terhadap UUD 1945, implementasi tata pemerintahan yang baik, sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial.

”Kita membutuhkan figur-figur yang dapat diteladani didunia pendidikan,” ujar Ketua FRI, Prof. Dr. Ir. H. Usman Rianse, MS, saat jumpa pers Konvensi Kampus VIII dan TemuTahun XIV Forum Rektor Indonesia, di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (25/11).

Usman juga memaparkan, pendidikan berkarakter ditengah keberagaman sebenarnya dari para peneliti, masing-masing kelompok atau daerah di Indonesia mempunyai warisan peradaban, karakter bangsa Indonesia yang sangat besar. Tidak mungkin kita menyeragamkan pola pendekatan pendidikan karakter itu, karena kita memang berbeda, satu dengan yang lain.

Menurutnya,kalau rektor bersama-sama dengan ATL yang mendapatkan pengakuan Internasional, akan ada akselerasinya di dunia pendidikan akan menjadi lebih baik.

Inti sebenarnya kalau kita itu mengenal diri kita, bangga dengan figur sebagai bangsa yang besar kita memiliki daya saing, tetapi kalau kita punya daya saing tetapi kita tidak punya etika itu juga menjadi sesuatu yang harus kita rapihkan. Karena, kalau bangsa kita punya daya saing, saya kira kita harus berkarakter yang nusantara.

Oleh karena itu, perbedaan yang lain kalau sebelumnya forum rektor slalu melibatkan elit-elit politik sebagai narasumber, pada kali ini kita memanfaatkan yang ada di wilayah perguruan tinggi, jadi semua kebijakan itu adalah betul-betul punya peran sentral dalam pengembangan dunia pendidikan tinggi baik yang sementara maupun matang.

saya ingin sampaikan, bahwa kita membutuhkan figur-figur sentral dalam pendidikan bangsa. Ini bukan tantangan bagi insan perguruan tinggi saja.

“Yang utama adalah bagaimana kita bikin adanya perbedaan itu menjadi sesuatu yang harmonis,” ujar Rektor Universitas Haluoleo ini.

Terkait masalah peradaban, karakter, FRI juga menggandeng Asosiasi Tradisi Lisan (ATL) untuk bersama-sama menata diri terkait peradaban dan karakter pendidikan yg akhir-akhir ini semkin hilang.Tradisi Lisan sebagai bagian dari warisan budaya bangsa ditetapkan dalam Konvensi Unesco, 17 September 2003.

Selain merupakan identitas komunitas dan salah satu sumber penting dalam pembentukan karakter bangsa, tradisi lisan adalah pintu masuk untuk memahami permasalahan masyarakat pemilik tradisi yang berangsur hilang.

“Ada 115 orang yang mulai mengajarkan tentang bahasa lisan. Mereka pada umunya bergelar S2 dan S3 di Indonesia,” ujar Ketua ATL, Pudentia, MPSS saat jumpa pers FRI.

Pudentia juga menjelaskan, target dari ATL, setiap tahunnyaa sekitar lima orang tiap Universitas di Indonesia yang akan memberikan penjelasan tentang peradaban dan karakter.

”Disamping itu, Pudentia juga akan memprogramkan Pusat Kurikulum dan Perbukuan di Indonesia,” jelasnya. (wesly).
Sumber : http://www.metro-newz.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: