Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Pentahapan (Fase) Pengembangan Program Rintisan SMA Bertaraf Internasional

Posted by henypratiwi pada 17 Desember 2011

 

 Tahap pengembangan Rintisan SMA Bertaraf Internasional ada 3 tahap, yaitu: 1) tahap Pengembangan (3 tahun pertama); 2) tahap Pemberdayaan (2 tahun; tahun ke-4 an 5); dan 3) tahap Mandiri (tahun ke-6). Pada tahap pengembangan yaitu tahun ke-1 sampai dengan ke-3 sekolah didampingi oleh tenaga dari lembaga professional independent dan/atau lembaga terkait dalam melakukan persiapan, penyusunan dan pengembangan kurikulum, penyiapan SDM, modernaisasi manajemen dan kelembagaan, pembiayaan, serta penyiapan sarana prasarana. Sedangkan pada tahap pemberdayaan yaitu tehun ke -4 dan ke-5 adalah sekolah melakasanakan dan meningkatkan kualitas hasil yang sudah dikembangkan pada tahap pendampingan, oleh karena itu dalam proses ini hal terpenting adalah dilakukannya refleksi terhadap pelaksanaan kegiatan untuk keperluan penyempurnaan serta realisasi program kemitraan dengan sekolah mitra dalam dan luar Negeri serta lembaga sertifikasi pendidikan internasional. Pada tahap mandiri pada tahun ke-6 adalah sudah sekolah sudah berubah predikatnya dari rintisan bertaraf internasional (RSBI) menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dengan catatan semua profil yang diharapkan telah tercapai. Sedangkan apabila profil yang diharapkan mulai dari standar isi dan standar kompetensi lulusan, SDM (guru, kepala sekolah, tenaga pendukung), sarana prasarana, penilaian, pengelolaan, pembiayaan, kesiswaan, dan kultur sekolah belum tercapai, maka dimungkinkan suatu sekolah RSBI akan terkena passing-out.

1. TAHAP PENGEMBANGAN (3 tahun pertama RSBI)

No

Komponen

Standar/Profil
yang Diharapkan

1

Standar
Isi dan Kompetensi Lulusan

a. Standar Isi

b. Kompetensi Lulusan

  • mengembangkan KTSP dalam bahasa Indonesia dan bahasa
    Inggris
  • melakukan adaptasi dengan kurikulum sekolah salah
    satu Negara maju sesuai dengan kondisi dan kesiapan sekolah
  • hasil pemetaan kurikulum dioperasioalkan dalam KTSP,
    silabus, RPP, perangkat pembelajaran, media/sumber ajar, dan perangkat
    pendukung lainnya.
  • Merintis keitraan dengan sekolah atau lembaga
    sertifikasi pendidikan internasional
  • minimal merumuskan SKL sesuai Standar Nasional
    Pendidikan (SNP) dan yang tertuang dalam Permen Diknas No. 23 Tahun 2006
  • menambah komponen SKL yang telah ada dengan
    mengadaptasi/mengadopsi SKL yang bercirikan internasional

2

Proses Pembelajaran

Pendampingan
Tahun I

  • 20% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa
    standar proses SMA Bertaraf Internasional
  • 20% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
  • 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah
    dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta
    didik, dan lingkungan sekolah
  • 20% pembelajaran bilingual telah menggunakan
    media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
  • Intensitas pendampingan (In-house training)
    oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 2 kali seminggu
  • 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang
    dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach less learn
    more
    (TLLS)
  • 20% pelaksanaan pembelajaran bilingual
    dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and
    problem-based instruction
    )

Pendampingan
Tahun II

  • 50% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa
    standar proses SMA Bertaraf Internasional
  • 50% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
  • 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah
    dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta
    didik, dan lingkungan sekolah
  • 50% pembelajaran bilingual telah menggunakan
    media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
  • Intensitas pendampingan (In-house training)
    oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali seminggu
  • 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual
    dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach
    less learn more
    (TLLS)
  • 50% pelaksanaan pembelajaran bilingual
    dirancang secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and
    problem-based instruction
    )

Pendampingan
Tahun III

  • 100% pelaksanaan pembelajaran telah mengacu pasa
    standar proses SMA Bertaraf Internasional
  • 100% pembelajaran mata pelajaran dilakukan secara bilingual
  • 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual telah
    dilengkapi perangkat pembelajaran berdasarkan potensi, karakteristik peserta
    didik, dan lingkungan sekolah
  • 100% pembelajaran bilingual telah menggunakan
    media pembelajaran inovatif dan/atau berbasis TIK
  • Intensitas pendampingan (In-house training)
    oleh tenaga ahli (dosen) dengan proporsi minimal 1 kali sebulan
  • 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual
    dirancang dengan berpusat pada siswa (student centered) atau teach
    less learn more
    (TLLS)
  • 100% pelaksanaan pembelajaran bilingual dirancang
    secara terintegrasi dan berbasis masalah (integrated and problem-based
    instruction
    )

3

Penilaian

a.
Penilaian Hasil Belajar

Rintisan SMA bertaraf
internasional wajib mengikuti penilain yang berlaku secara nasional dan
sekolah juga harus memfasilitasi siswanya untuk mengikuti ujian sertifikasi
internasional.

1) Prinsip penilaian; meliputi mendidik, terbuka,
menyeluruh, terpadu, obyektif, berkesiambungan, adil, dan menggunakan acuan
atau criteria.

2) Mekanisme penilaian

  • penilaian dilakukan oleh dua pihak, yaitu guru dan
    sekolah.
  • Penilaian oleh guru dilakukan untuk mengumpulkan
    data dan membuat keputusan tentang siswa mengenai unit kompetensi dasar
  • Sekolah melakukan penilaian untuk mengumpulkan data tentang
    siswa menyangkut ketercapaian standar kompetensi seluruh mata pelajaran
  • Penilaian dilakukan dalam bentuk ulangan harian,
    ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, ulangan kenaikan kelas, dan
    kelulusan
  • Nilai batas ambanag kompetensi (NBAK) atau criteria
    kompetensi minimal (KKM) ditetapkan 75%. Siswa yang tidak mencapai NBAK atau
    KKM diberikan program remidi.

c. Penilaian Program

  • Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui ketercapaian
    dan kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan proses dan hasil
    yang dicapai.
  • Kegiatan penilaian meliputi pemantauan (monitoring)
    dan evaluasi
  • Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan oleh
    pihak eksternal seperti Depdiknas, Dinas Pendidikan Propinsi, dan Dinas
    Pendidikan kabupaten/Kota.
  • Acuan kegiatan monitoring dan evaluasi meliputi:

Pemantauan ditujukan untuk memberikan peringatan
dini apabila terjadi penyimpangan terhadap input dan proses penyelenggaraan
program RSMABI

Evaluasi ditujukan untuk mengetahui hasil nyata
program RSMABI dengan hasil yang diharapkan

4

Sumber
Daya Manusia (SDM)

Kegiatan
penyiapan SDM yang dilakukan SMA penyelenggara RSMABI:

  • Mempelajari panduan program RSMABI secara seksama,
    khususnya tentang kompetensi standar minimal SDM SMA bertaraf internasional
  • Melakukan pemetaan kebutuhan calon SDM program
    RSMABI dari segi kuantitas dan kualitas yang ada di sekolah
  • Mengadakan sosialisasi tentang rekruitmen SDM program
    RSMABI kepada guru dan tenaga kependidikan yang berpotensi
  • Melakukan kegiatan pelatihan melalui mekanisme in-house
    training
    dengan melibatkan tenaga professional independent sesuai dengan
    bidangnya
  • Merintis program kerjasama dengan lembaga sertifikasi
    pendidikan internasional
  • Memberikan kesempatan kepad SDM yang telah siap
    untuk mengikuti uji kompetensi, sertifikasi, dan atau benchmarking yang
    diselenggarakan oleh lembaga independent sesuai dengan bidangnya

5

Sarana dan Prasarana Pendidikan

Sekolah
melakukan persiapan dan pengadaan saranan dan prasarana sesuai dengan hasil
analisis kebutuhan (need assessment) dan hasil analisis SWOT

6

Biaya

Pembiayaan
program RSMABI masih menekankan pada subsidi dari Pemerintah baik pusat
maupun daerah, dengan penerapan system block grant. Komponen-komponen
yang harus disiapkan oleh sekolah penyelenggara program RSMABI:

  • Profil sekolah secara lengkap, akurat, dan factual
    serta mutakhir
  • Rencana strategis (RPS/SDIP) yang terukur pencapaian
    indikatornya
  • Rencana tahunan (action plan) yang sudah signifikan
    jelas tahapan-tahapan pencapaian targetnya
  • System manajemen administrasi dan keuangan sudah
    menerapkan asas akuntabel, berbasis kinerja, dan transparan
  • Pola pemantauan, pengawasan, dan pelaporan
    menggunakan mekanisme yang efisien, efektif, dan ekonomis

SMA
penyelenggara RSMABI menyususun rencana kerja tahunan dengan komponen biaya
dapat dialokasikan sebagai berikut:

  • Biaya dari pemerintah pusat digunakan untuk
    pembenahan dan inovasi proses dan perangkat pembelajaran, peningkatan mutu
    SDM, dan untuk biaya subsidi para peserta didik yang kurang mampu
  • Biaya dari pemerintah provinsi dugunakan untuk
    perawatan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran
  • Biaya dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk
    biaya investasi (sarana dan prasarana) dan pemenuhan penjaminan mutu
  • Biaya dari masyarakat digunakan untuk peningkatan
    kualifikasi dan kualitas para guru dan tenaga penunjang
  • Biaya dari instansi terkait atau sumber lain
    digunakan untuk peningkatan mutu SDM, pembenahan proses belajar mengajar,
    investasi, dan pembenahan lingkungan sekolah

7

Pengelolaan

Dasar
pengelolaan program RSMABI adalah komponen-komponen indicator input, proses,
dan output sebagai berikut:

  • Indikator indut mencakup antara lain program
    pengembangan sekolah, kurikulum, SDM, kapasitas dan kualitas siswa, buku dan
    sumber belajar, dana, sarana dan dan prasarana belajar, legislasi dan
    regulasi, data dan informasi, organisasi dan administrasi, serta kultur
    sekolah
  • Indikator proses mencakup kejadian dan kegiatan yang
    dapat meningkatkan pengakuan dari RSMABI dengan pendampingan menjadi SMA
    bertaraf internasional (SMABI), yaitu: variasi penerapan model pembelajaran,
    efektifitas pembelajaran, mutu pembelajaran, keaktifan siswa dalam
    pembelajaran, inovasi dan kreativitas pembelajaran, penerapan TIK dalam
    pembelajaran, dan pembelajaran yang menyenangkan sehingga mampu menuansakan
    keantusiasan guru dan siswa dalam pembelajaran
  • Indikator output meliputi prestasi belajar yang
    bersifat akademik, khususnya pengakuan internasional terhadap prestasi
    akademik dan/atau nonakademik, serta standar kualitas internasional dari para
    lulusan.

Pencapaian indicator-indikator dari pengelolaan
program RSMABI pada tahap ini adalah:

  • SMA terakreditasi secara nasional dengan kategori
    “A” (sertifikasi masih berlaku sampai tahun ke empat)
  • Melaksanakan kurikulum nasional dan telah menerapkan
    KTSP
  • Semua guru berkualifikasi S-1, sekurang-kurangnya
    10% berkualifikasi S-2
  • Tersedia sekurang-kurangnya 50% guru mampu mengajar
    mata pelajaran (selain mata pelajaran bahasa inggris) dengan bahasa Inggris.
  • Memiliki sekurang-kurangnya satu sekolah mitra dari
    dalam Negeri atau dari salah satu Negara anggota OECD yang memiliki reputasi
    internasional
  • Memiliki siswa berpotensi melanjutkan pendidikan ke
    luar Negeri
  • Tersedia sarana dan prasarana yang memenuhi standar
  • Tersedia sumber buku referensi dengan rasio jumlah
    buku dan jumlah siswa sekurang-kurangnya 1 : 10
  • Memiliki renstra pengembangan sekolah (RPS/SDIP)
    untuk periode lima tahunan, satu tahunan dan action-plan yang
    terkategori reasonable dan feasible
  • Tersedia minimal 50% ruang kelas yang dilengkapi
    dengan sarana TIK/multimedia
  • Tersedia masing-masing satu laboratorium fisika,
    laboratorium kimia, dan laboratorium biologi
  • Laboratorium computer, laboratorium bahasa
    dilengkapi dengan alat dan bahan yang memadai
  • Memiliki system manajemen keuangan dan administrasi
    yang transparan berbasis TIK
  • Mempunyai fasilitas komunikasi telepon, faximile,
    internet dan website

Pemfokusan aspek-aspek dari pengelolaan program
RSMABI pada tahap pendampingan adalah:

  • Memiliki struktur organisasi sekolah yang fisibel
    dan efisien dalam mekanisme pelaksanaannya
  • Mempunyai profil sekolah yang didukung dengan
    dokumentasi yang valid dan mudah diakses
  • Mempunyai panduan tupoksi yang jelas untuk setiap
    warga sekolah
  • Mempunyai panduan penggunaan setiap sarana dan
    prasarana maupun fasilitas peralatan
  • Mempunyai system dokumentasi yang efektif dan dapat
    merekam setiap penggunaan sarana, prasarana, maupun fasilitas peralatan oleh
    setiap pengguna
  • Memiliki renstra lima tahunan dengan coordinator
    maupun penanggungjwab kegiatan yang memahami tupoksinya
  • Memiliki rencana tahunan yang merupakan penjabaran
    dari rencana strategis dengan indicator pencapaian yang terukur
  • Menerapkan system adinistrasi dan keuangan yang
    efisien, efektif, dan ekonomis
  • Mempunyai panduan kerjasama yang mampu meningkatkan
    kualitas sekolah
  • Menerapkan system pengambilan keputusan yang tidak
    sentralistik, namun berdasarkan system penugasan yang terencana
  • Mempunyai rencana kerja pendampingan yang terukur
  • Mempunyai system monitoring dan evaluasi yang baik
  • Mempunyai system rekruitmen tenaga pendidik dan
    tenaga penunjang kependidikan yang bermutu
  • Menerapkan system pengawasan internal yang baik
  • Mempunyai system pelaporan yang berkesinambungan
    berbasis TIK

8

Kesiswaan

Tahap
seleksi siswa baru:

a. Seleksi Administrasi, meliputi:

1) Nilai rapor SMP kelas VII s.d IX untuk mata
pelajaran Matematika, IPA, IPS, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris minimal
7,5

2) Penghargaan prestasi akademik

3) Sertifikat dari lembaga kursus bahasa Inggris

b. Achievement test, meliputi: Bahasa Indnesia,
Matematika, IPA, IPS dengan skor minimal 7 dalam rentang 0-10.

c. Tes Kemampuan Bahasa Inggris, meliputi: Reading,
Listening, Writing,
dan Speaking dengan skor minimal 7 dalam
rentang 0-10.

d. Psychotest, meliputi: Minat dan Bakat (Aptitude-
Test
) dan Kepribadian (Personality- test)

e. Wawancara kepada siswa dan orangtua. Wawancara
dengan siswa dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana minat siswa untuk masuk
program RSMABI. Wawancara dengan orangtua dimaksudkan untuk mengetahui minat
dan dukungan orangtua.

9

Kultur
Sekolah

  • Aspek kebersihan, mencakup semua lingkungan sekolah,
    baik dalam maupun luar ruangan. Sarana pendukung aspek kebersihan adalah: (1)
    tempat sampak dalam jumlah yang memadai, (2) air mengalir lancar, khususnya
    untuk tempat ibadah, kamar mandi, WC, kantin sekolah, dan laboratorium IPA
  • Aspek kerapihan, mencakup semua semua peralatan dan
    perlengkapan fasilitas sekolah, pakaian seragam siswa dan pakaian seragam
    warga sekolah lainnya.
  • Aspek keamanan, menyangkut ketersediaan pagar
    sekolah yang kokoh dan kuat serta petugas keamanan yang memadai termasuk pos
    penjagaan yang diharapkan dapat menangkal tindak kejahatan dan/atau gangguan
    lain terhadap proses pembelajaran
  • Aspek keindahan meliputi komponen luar maupun dalam
    gedung, jenis tanaman hias yang bervariasi dan warna warni, warna cat gedung
    yang serasi dan tidak pudar, hisan dinding, tulisan visi misi serta papan
    peringatan maupun tulisan motivasional yang terpasang serasi
  • Aspek kerindangan mencakup ketersediaan pepohonan
    pelindung yang rindang serta tempat duduk di bawah dan/atau sekitar pepohonan
    tersebut dalam jumlah yang memadai
  • Aspek bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas
    kekerasan (bullying), dan bebas pornografi meliputi ketersidaan papan
    peringatan yang terpasang di beberapa tempat serta penegakan aturan termasuk
    sanksi dan hukuman bagi mereka yang melanggarnya
  • Aspek disiplin mencakup peraturan sekolah tentang
    waktu belajar, yaitu peraturan jam masuk dan keluar sekolah serta peraturan
    administrasi lainnya seperti pembayaran sekolah dan lain-lain
  • Aspek semangat kompetitif adalah keinginan untuk
    bersaing secara positif baik dalam bidang akademik maupun non akademik
    sehingga siswa mampu meraih prestasi tertinggi di forum nasional daan
    internasional
  • Aspek budaya malu mencakup rasa malu melakukan
    pelanggaan terhadap peraturan sekolah, norma agama, dan norma-norma di masyarakat,
    malu berbuat tidak baik pada diri sendiri dan orang lain, serta malu bila
    tidak berprestasi
  • Aspek budaya baca dan tulis menyangkut kebiasaan
    membaca dan menulis bagi seluruh warga sekolah yang ditandai dengan adanya
    forum diskusi bedah buku atau penugasan kepada siswa untuk meringkas buku
    yang dibaca, membuat laporan penelitian, membuat karangan, serta karya tulis
    lainnya.

2. TAHAP PEMBERDAYAAN (2 TAHUN, TAHUN KE 4 DAN 5 RSBI)

1

Kurikulum

  • Sekolah melaksanakan dan meningkatkan kualitas hasil
    yang sudah dikembangkan pada tahap pendampingan
  • Sekolah melakukan refleksi terhadap pelaksanaan
    kegiatan untuk keperluan penyempurnaan
  • Sekolah merealisaikan program kemitraan dengan
    sekolah mitra dalam dan luar Negeri serta lembaga sertifikasi pendidikan
    internasional

2

Proses
Pembelajaran

  • Pengalihan fungsi tenaga pendamping menjadi tenaga
    professional untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap proses
    pembelajaran
  • Hasil monitoring dan evaluasi digunakan sebagai
    bahan penyempurnaan/perbaikan proses pembelajaran berikutnya
  • Kegiatan penyempurnaan/memperbaiki proses
    pembelajaran bersifat sebagai supervise klinis untuk memberikan
    bantuan/bimbingan bahkan arahan secara langsung terhadap masalah/kendala/
    hambatan yang timbul atau yang dihadapi dalam proses pembelajaran
  • Target supervise klinis adalah proses pembelajaran
    dapat dilaksanakan dengan baik dan lancar, sesuai dengan tujuan pembelajaran
    yang telah ditetapkan

3

Penilaian

a.
Penilaian Hasil Belajar Siswa

  • penilaian dilakukan dalam bahasa Indonesia dan
    bahasa Inggris
  • telah memasukkan model-model penilaian yang
    dilakukan di sekolah internasional pada ulanga akhir semester, sementara
    ulangan harian tidak harus mengikuti model sekolah internasional (bersifat optional)

b.
Penilaian Program

Dilakukan kegiatan monitoring dan
evaluasi terhadap pelaksanaan program uang dilakukan oleh tenaga pendamping
(konsulltan/fasilitator), Depdiknas (Direktorat Pembinaan SMA), Dinas
Pendidikan Provinsi, dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.

4

SDM

  • Mengadakan refleksi terhadap hasil kegiatan pada
    tahap rintisan/pendampingan
  • Menyusun program pemberdayaan SDM dengan melibatkan
    lembaga/tenaga professional independent dan atau instansi terkait sesuai
    dengan bidangnya dari dalam maupun luar Negeri
  • Memberikan tugas mandiri kepada SDM program RSMABI
    dengan intensitas tugas dan porsi yang lebih besar disbandingkan pada tahap
    rintisan/pendampingan.
  • Melakukan uji kompetensi, sertifikasi, dan atau bench-marking
    yang diselenggarakan oleh lembaga sertifikasi/bench-marking bertaraf
    internasional , baik di dalam maupun luar Negeri, kepada SDM program RSMABI.

5

Sarana
Prasarana

  • Standar minimal sarana prasarana yang dimaksudkan
    pada pedoman penjaminan mutu telah terpenuhi
  • Dilakukan penggunaan dan pemberdayaan terhadap
    sarana dan prasarana yang telah ada atau telah terpenuhi pada tahap
    rintisan/pengembangan
  • Optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana yang
    didukung oleh tertib dokumentasi dan tertib administrasi
  • Perawatan sarana prasarana untuk meningkatkan fungsi
    dan usia teknis

6

Pembiayaan

Pembiayaan
program RSMABI masih menekankan pada subsidi dari Pemerintah baik pusat
maupun daerah, dengan penerapan system block grant. Komponen-komponen
yang harus disiapkan oleh sekolah penyelenggara program RSMABI:

  • Profil sekolah secara lengkap, akurat, dan factual
    serta mutakhir
  • Rencana strategis (RPS/SDIP) yang terukur pencapaian
    indikatornya
  • Rencana tahunan (action plan) yang sudah signifikan
    jelas tahapan-tahapan pencapaian targetnya
  • System manajemen administrasi dan keuangan sudah
    menerapkan asas akuntabel, berbasis kinerja, dan transparan
  • Pola pemantauan, pengawasan, dan pelaporan
    menggunakan mekanisme yang efisien, efektif, dan ekonomis
  • Laporan tengah tahunan, dan laporan tahunan.

SMA
penyelenggara RSMABI menyususun rencana kerja tahunan dengan komponen biaya
dapat dialokasikan sebagai berikut:

  • Biaya dari pemerintah pusat digunakan untuk
    pembenahan dan inovasi proses dan perangkat pembelajaran, peningkatan mutu
    SDM, dan untuk biaya subsidi para peserta didik yang kurang mampu
  • Biaya dari pemerintah provinsi dugunakan untuk
    perawatan sarana, prasarana, dan fasilitas pendukung pembelajaran
  • Biaya dari pemerintah kabupaten/kota digunakan untuk
    biaya investasi (sarana dan prasarana) dan pemenuhan penjaminan mutu
  • Biaya dari masyarakat digunakan untuk peningkatan
    kualifikasi dan kualitas para guru dan tenaga penunjang
  • Biaya dari instansi terkait atau sumber lain
    digunakan untuk peningkatan mutu SDM, pembenahan proses belajar mengajar,
    investasi, dan pembenahan lingkungan sekolah
  • Bantuan dari sekolah mitra dapat berupa pemutakhiran
    kurikulum maupun program-program pertukaran, baik peserta didik maupun guru.

7

Pengelolaan

Pengelolaan
program RSMABI pada tahap pemberdayaan difokuskan pada aspek-aspek berikut:

  • Memiliki struktur organisasi sekolah yang fisibel
    dan efisien dalam mekanisme pelaksanaannya
  • Mempunyai profil sekolah yang didukung dengan
    dokumentasi yang valid dan mudah diakses
  • Mempunyai panduan tupoksi yang jelas untuk setiap
    warga sekolah
  • Mempunyai panduan penggunaan setiap sarana dan prasarana
    maupun fasilitas peralatan
  • Mempunyai system dokumentasi yang efektif dan dapat
    merekam setiap penggunaan sarana, prasarana, maupun fasilitas peralatan oleh
    setiap pengguna
  • Memiliki renstra lima tahunan dengan coordinator
    maupun penanggungjwab kegiatan yang memahami tupoksinya
  • Memiliki rencana tahunan yang merupakan penjabaran
    dari rencana strategis dengan indicator pencapaian yang terukur
  • Menerapkan system adinistrasi dan keuangan yang
    efisien, efektif, dan ekonomis
  • Mempunyai panduan kerjasama yang mampu meningkatkan
    kualitas sekolah
  • Menerapkan system pengambilan keputusan yang tidak
    sentralistik, namun berdasarkan system penugasan yang terencana
  • Mempunyai rencana kerja pendampingan yang terukur
  • Mempunyai system monitoring dan evaluasi yang baik
  • Mempunyai system rekruitmen tenaga pendidik dan
    tenaga penunjang kependidikan yang bermutu
  • Menerapkan system pengawasan internal yang baik
  • Mempunyai system pelaporan yang berkesinambungan
    berbasis TIK
  • Mempunyai mekanisme pencarian dana yang baik
  • Mempunyai system rekruitmen siswa yang berkualitas
  • Mempunyai lingkungan sekolah yang menyenangkan
  • Mempunyai system pembelajaran yang berstandar
    internasional.

8

Kesiswaan

  • Pembinaan siswa sudah mulai mendekati profil akhir
    siswa sekolah bertaraf internasional
  • Pembinaan siswa meliputi seluruh aspek yaitu:
    kognitif, afektif, psikomotorik, dan kinetic
  • Pembinaan siswa dikembangkan melalui kegiatan tatap
    muka, tugras terstruktur, dan tugas mandiri tidak terstruktur, serta kegiatan
    pengembangan diri

9

Kultur
Sekolah

Kultur
sekolah sudah terbangun dan tertata menuju akhir sekolah bertaraf
internasional yang meliputi:

  • Aspek kebersihan meliputi: kebersihan WC, ruang
    kelas, laboratorium, perpustakaan, tempat ibadah, kantin, dan halaman sekolah
  • Aspek kerapihan meliputi: ruang kelas, laboratorium,
    perpustakaan, tempat ibadah, kantin, halaman sekolah, ruang kantor, ruang
    kepala sekolah, ruang TU, ruang guru serta pakaian warga sekolah
  • Aspek keamanan, menyangkut ketersediaan pagar
    sekolah yang kokoh dan kuat serta petugas keamanan yang memadai termasuk pos
    penjagaan yang diharapkan dapat menangkal tindak kejahatan dan/atau gangguan
    lain terhadap proses pembelajaran
  • Aspek keindahan meliputi: gedung, taman, dan ruang.
  • Aspek kerindangan meliputi: pohon dan tempat duduk
    dalam jumlah yang memadai
  • Aspek bebas asap rokok, bebas narkoba, bebas
    kekerasan (bullying), dan bebas pornografi meliputi: tersedianya papan
    peringatan dan penerapan sanksi
  • Aspek disiplin meliputi: disiplin waktu belajar dan
    tta tertib sekolah sudah terlaksana
  • Aspek semangat kompetitif mulai timbul
  • Aspek budaya malu sudah terbentuk
  • Aspek budaya baca dan tulis sudah membudaya.

3. TAHAP
MANDIRI (TAHUN KE 6)

1

Kurikulum

Sekolah
dapat secara mandiri melaksanakan kurikulum program SMA bertaraf
internasional (SMABI) yang dikembangkan pada tahap sebelumnya

2

Proses
Pembelajaran

  • Sekolah telah mandiri menjadi SMA bertaraf
    internasional
  • Sekolah mampu mengembangkan pembelajaran bilingual
    menjadi pembelajaran berbahasa Inggris sepenuhnya (100%) dengan memperhatikan
    kelima prinsip pembelajaran.

3

Penilaian

a.
Penilaian Hasil Belajar Siswa

b.
Penilaian Program

4

SDM

SMA
bertaraf internasional telah memiliki SDM mandiri dan siap menjadi SMA
bertaraf internasional dengan kompetensi dasar sebagai berikut:

a. Guru

  • Semua guru mempunyai kualifikasi akademik S-1
    minimal 30% berkualifikasi S-2/S-3 dari perguruan tinggi yang program
    studinya berakreditasi A.
  • Memiliki latar belakang keilmuan sesuai dengan mata
    pelajaran yang dibina
  • Memiliki sertifikasi profesi pendidik sesuai dengan
    jenjang satuan pendidikan tempat tugasnya (nasional dan internasional)
  • Memiliki kesanggupan untuk mengembangkan potensi
    diri secara berkelanjutan
  • Memiliki kinerja tinggi baik secara individu maupun
    kelompok
  • Mampu menggunakan media/sumber belajar berbasis TIK dalam
    pembelajaran
  • Mampu melaksanakan pembelajaran dalam bahasa Inggris
    secara efektif (TOEFL>500)

b. Kepala Sekolah

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-2 dari
    perguruan tinggi yang program studinya berakreditasi A.
  • Telah mengikuti pelatihan kepala sekolah dari
    lembaga pelatihan kepala sekolah yang diakui oleh pemerintah
  • Memiliki kemampuan manajemen berbasis sekolah
  • Memiliki jiwa kepemimpinan visioner dan situasional
  • Memiliki jiwa entrepreneurship
  • Mampu membangun jejaring internasional
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>500)
  • Mampu menggunakan TIK
  • Memiliki pengalaman kerja sebagai kepala sekolah
    minimal lima tahun

c. Tenaga Pendukung

1) Pustakawan

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1
  • Bidang keilmuan: Pustakawan
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi pustakawan
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai pustakawan
    secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>450)

2) Laboran IPA dan TIK

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA/SMK
  • Bidang keilmuan: IPA/Teknik
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi laboran
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai laboran secara
    berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

3) Teknisi laboratorium IPA dan Bahasa

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3
  • Bidang keilmuan: Teknik Elektronika
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi teknisi laboratorium IPA dan Bahasa
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai teknisi labotratorium
    IPA dan Bahasa secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>450)

4) Teknisi TIK

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3
  • Bidang keilmuan: Komputer/Teknik Informatika
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi teknisi komputer
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 3 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai teknisi komputer
    secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>450)

5) Kepala Tenaga Administrasi Sekolah

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal S-1
  • Bidang keilmuan: Administrasi Pendidikan
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi kepala tenaga administrasi sekolah
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai kepala tenaga
    administrasi sekolah secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>450)
  • mampu menggunakan TIK dalam pelaksanaan tugasnya

6) Tenaga Administrasi Keuangan dan Akuntansi

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3
  • Bidang keilmuan: Akuntasi
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi tenaga administrasi keuangan dan akuntansi
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga
    administrasi keuangan dan akuntansi berbasis TIK secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

7) Tenaga Administrasi Kepegawaian

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal D-3
  • Bidang keilmuan: Manajemen SDM
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi tenaga administrasi kepegawaian
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga
    administrasi kepegawaian berbasis TIK secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

8) Tenaga Administrasi Akademik

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA dilengkapi
    dengan Sertifikat Penggunaan TIK
  • Bidang keilmuan: Administrasi
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi tenaga administrasi akademik
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga
    administrasiakademik berbasis TIK secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

9) Tenaga Administrasi Sarana dan Prasarana

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal SMA dilengkapi
    dengan Sertifikat Pelatihan Sarana dan Prasarana Pendidikan
  • Bidang keilmuan: Administrasi/Manajemen Pendidikan
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi tenaga sarana dan prasarana
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga tenaga
    sarana dan prasarana berbasis TIK secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

10) Tenaga Administrasi Kesekretariatan

  • Memiliki kualifikasi akademik minimal SMK dilengkapi
    dengan Sertifikat Penggunaan TIK
  • Bidang keilmuan: Administrasi Perkantoran
  • Memiliki kompetensi utama sebagai pelaksana tugas
    dan fungsi tenaga administrasi kesekretariatan
  • Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun
  • Mampu mengembangkan profesi sebagai tenaga administrasi
    kesekretariatan berbasis TIK secara berkelanjutan
  • mampu berkomunikasi dalam bahasa Inggris secara
    efektif (TOEFL>400)

5

Sarana
Prasarana

a. Tanah dengan luas minimal 15.000m2

b. Kapasitas ruang kelas: 32 orang siswa

c. Perpustakaan

  • Ruang baca mampu menampung 5% dari jumlah seluruh
    siswa
  • Luas 0,2 m2 persiswa
  • Koleksi buku: buku teks (cetak dan digital)dengan
    rasio 1:1 dan buku referensi 1:3
  • Sekolah berlangganan jurnal, majalah yang terpilih
    secara periodic minimal 2 buah
  • Tersedia system catalog yang berbasis TIK dan
    bertaraf internasional
  • Memiliki computer, multimedia dan akses internet
    dengan jaringan (LAN)
  • Tersedianya bahan ajar yang menggunakan Bahasa
    Inggris sebagai bahasa pengantar

d. Pengembangan laboratorium Fisika, Kimia, biologi,
bahasa, dan IPS

  • Memiliki 1 unit lab. Fisika, 1 unit lab. Kimia, 1
    unit lab. Biologi, 1 unit lab. Bahasa, dan 1 unit lab. IPS
  • Setiap lab. harus dilengkapi dengan peralatan dan
    perlengkapan sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan pembelajaran
    praktik/praktikum

e. Laboratorium computer

  • Memiliki ruang dengan ukuran yang memadai dan ber-AC
  • Jumlah computer sesuai dengan jumlah siswa yang akan
    praktik
  • Software selalu di-update
  • Memiliki teknisi computer dengan jumlah yang memadai
  • Memiliki penjaminan keselamatan kerja

f. Kantin

  • Memiliki 1 unit kantin yang dilengkapi dengan
    mebeler yang disesuaikan dengan kebutuhan
  • Dapat menampung siswa/pejajan secara memadai
  • Lingkungan sehat dan bersih
  • Menu makanan yang bergizi, segar, dan dengan harga
    yang terjangkau

g. Auditorium

  • Tersedia ruang pertemuan dengan ukuran yang memadai
    dan ber-AC
  • Ruang pertemuan dilengkapi dengan mebeler dan
    perlatan yang memadai untuk kegiatan siswa (misalnya pentas seni, pertemuan
    dengan orang tua siswa, wisuda, teater, pameran hasil karya siswa, dan
    sebagainya)
  • Memiliki system penjaminan keselamatan yang memadai
    bagi pengguna
  • Ruang pertemuan memiliki tenaga teknisi dengan
    jumlah yang memadai untuk membantu pelaksanaan kegiatan dan perawatan

h. Fasilitas Olahraga

  • Memiliki prasarana olahraga dengan ukuran yang
    memadai
  • Memiliki sarana olahraga yang dapat digunakan
    berbagai jenis kegiatan olah raga
  • Memiliki tenaga teknisi dengan jumlah yang memadai
  • Memiliki siste penjaminan keselamatan bagi pengguna

i. Pusat Belajar dan Riset Guru (TRRC)

  • Memiliki ruang suber belajar dan riset guru dengan
    ukuran yang memadai dan dilengkapi computer, jaringan internet untuk guru
    dengan rasio 1:5, dan dilengkapi media pembelajaran
  • Memiliki buku referensi baik cetak maupun digital
    bagi guru yang sesuai dengan mata pelajaran yang diajarkannya
  • Memiliki mebeler bagi guru untuk menyimpan
    referensi, hasil kerja, dsb termasuk untuk kelompok diskusi
  • Memiliki system penjaminan keselamatan kerja di
    dalam ruang administrasi

j. Penunjang administrasi sekolah

  • Memiliki ruangan administrasi dengan ukuran yang
    memadai
  • Memiliki ruang administrasi yang dilengkapi mebeler
    untuk berbagai jenis administrasi
  • Memiliki computer dengan jumlah yang memadai
  • Memiliki system penjaminan keselamatan kerja di
    dalam ruang administrasi

k. Poliklinik sekolah

  • Memiliki prasarana olahraga dengan ukuran yang
    memadai an ber-AC
  • Memiliki bahan dan perawatan untuk P3K
  • Tersedianya tenaga medis yang professional
  • Tersedianya system penjaminan keselamatan kerja

l. Toilet

  • Ukuran toilet sesuai standar
  • Jumlah toilet sesuai dengan rombongan belajar
  • Toilet terpisah antara laki-laki dan perempuan
  • Memiliki sanitasi yang baik untuk menjamin
    kebersihan dan kesehatan
  • Volume air cukup dan mendukung sanitasi
  • Tersedia tenaga kebersihan untuk perawatan toilet

m. Tempat bermain, kreasi, dan rekreasi

  • Tersedia tempat bermain yang memadai
  • Tersedia tempat kreasi yang bisa mendukung
    kreativitas siswa
  • Tersedia tempat rekreasi yang memadai, misalnya
    taman dan pohon-pohon yang rindang, serta tempat duduk yang nyaman

n. Tempat ibadah

Meiliki
tempat ibadah yang memadai sesuai dengan agama masing-masing warga sekolah

6

Pembiayaan

Pembiayaan
SBI yang sudah mandiri , yaitu menerapkan model pembiayaan dengan:

  • mengembangkan diversifikasi sumber dana
  • meningkatkan efektivitas alokasi dana
  • meningkatkan efektivitas dan efisiensi penggunaan dana
    secara transparan dan akuntabel
  • menerapkan system informasi manajemen berbasis
    jaringan (web)

7

Pengelolaan

  • Menerapkan standar pengelolaan sepenuhnya
  • Meraih sertifikat ISO 9001 versi 200 atau sesudahnya
    dan ISO 14000
  • Merupakan sekolah multi-kultural
  • Menjalin hubungan (sister-school) dengan sekolah
    bertaraf internasional dalam dan luar Negeri
  • Bebas narkoba, bebas asap rokok, dan bebas kekarasan
    (bullying)
  • Menerapkan kesetaraan gender dalam segala aspek
    pengelolaan sekolah
  • Meraih medali tingkat internasional dalam berbagai
    kompetisi sain, matematika, teknologi, seni, dan olahraga
  • Menghasilkan lulusan yang dapat melanjutkan ke
    perguruan tinggi bertaraf internasional baik di dalam maupun di luar Negeri

8

Kesiswaan

Peserta
didik lulusan SBI memiliki:

  • Kemampuan mengembangkan jati diri sebagai warga
    Negara Kesatuan Republik Indonesia yang jujur dan bertanggungjawab, serta
    memiliki integritas moral dan akhlak mulia
  • Kemampuan belajar sepanjang hayat secara mandiri
    yang ditunjukkan dengan kemampuan mencari, mengorganisasi, dan memproses
    informasi untuk kepentingan kini dan nanti serta kebiasaan membaca dan
    menulis dengan baik
  • Pribadi yang bertanggungjawab terhadap tugas yang
    diberikan yang ditunjukkan dengan kesediaan menerima tugas, menentukan
    standard an strategi yang tepat, serta konsisten dalam menyelesaiakan tugas
    tersebut, dan bertanggungjawab terhadap hasilnya
  • Kemampuan berfikir yang kuat dan luas secara
    deduktif, induktif, ilmiah, kritis, inovatif, dan eksperimentatif untuk
    menemukan kemungkinakemungkinan baru atau ide-ide baru yang belum dipikirkan
    sebelumnya
  • Penguasaan tentang diri sendiri sebagai probadi
    (intrapersonal/kualitas prbadi)
  • Penguasaaan materi pelajaran yang ditunjukkan dengan
    kelulusan unian nasional dan sertifikat internasional untuk mata pelajaran
    yang dikompetisikan, secara internasional (Matamatika, Fisika, Biologi,
    Kimia, dan Astronomi)
  • Penguasaan teknologi dasar yang mutakhir dan canggih
    (konstruksi, manufaktur, transportasi, komunikasi, energi, bio, dan bahan)
  • Bekerjasama dengan pihak-pihak lain (interpersonal)
    secara individual, kelompok/kolektif (local, nasional, regional, dan global)
  • Kemampuan mengkomunikasikan ide dan informasi kepada
    pihak lain dalam bahasa Indonesia dn bahasa Inggris dn bahasa asing lainnya
  • Kemampuan mengelola kegiatan (merencanakan,
    mengorganisasikan, melaksanakan, mengkoordinasikan, dan mengevaluasi)
  • Kemampuan mengidentifikasi, mengorganisasi,
    merencana, dan mengalokasikan sumber daya baik sumber daya manusia maupun
    sumber daya selebihnya yaitu sumber daya alam, uang, peralatan, perbekalan,
    waktu, dan bahan
  • Terampil menggunakan TIK
  • Memahami budaya/kultur bangsa-bangsa lain (lintas budaya
    bangsa)
  • Kepedulian terhadap lingkungan social, fisik, dan
    budaya
  • Menghasilkan karya yang bermanfaat bagi diri sendiri
    dan bangsa
  • Memahami, menghayati, dan menerapkan jiwa
    kewirausahaan dalam kehidupan.

9

Kultur
Sekolah

SBI menumbuhkan
dan mengembangkan budaya/kultur yang kondusif bagi peningkatan efektivitas
sekolah pada umumnay dan efektivitas pembelajaran pada khususnya, yang
dibuktikan oleh:

  • berpusat pada pengembangan peserta didik
  • lingkungan belajar yang kondusif
  • penekanan pada pembelajaran
  • profesionalisme
  • harapan tinggi
  • keunggulan
  • respek terhadap setiap individu dan komunitas sosial
    warga sekolah
  • keadilan
  • kepastian
  • budaya korporasi atau kebiasaan bekerja secara
    kolaburatif/kolektif
  • kebiasaan menjadi masyarakat belajar
  • wawasan masa depan (visi) yang sama
  • perencanaan bersama
  • kolegialitas
  • tenaga kependidikan sebagai pembelajar
  • budaya masyarakat belajar
  • pemberdayaan bersama
  • kepemimpinan transformative dan partisipatif

Sumber:
Panduan Penyelenggaran Program SMA Rintisan Bertaraf Internasional, Depdiknas,
Dirjen Mandikdasmen, Direktorat Pembinaan SMA, 2008

http://www.psb-psma.org

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: