Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Richard L. Daft. Era Baru Manajemen (New Era Of Management). Jakarta (2010), Penerbit Salemba, Penerjemah Tita Maria Larista.

Posted by henypratiwi pada 2 Juli 2012

Bagian Pertama  Manajemen Inovatif di Masa Sulit

New Era Of Management yang ditulis oleh Richard L. Daft merupkan penulis yang produktif, seorang guru besar di Owen Graduate School of Management memberikan pencerahan pada kita entang menejemen baru.
Pada bagian awal buku yang tetap beranjak pada teori dasar fungsi manajemen yakni Perencanaan, Pengelolaan, Kepemimpinan dan pengendalian, Untuk melakukan keempat fungsi tersebut, manajer memerlukan tiga jenis keterampilan yaitu konseptual, interpersonal dan teknis, terutama pada kepemimpinan seorang manejer. Pada bagian akhir Daft memberikan contoh latihan praktik menejemen.l
Bagian kedua, Perkembangan Ilmu Manajemen
Kekuatan manajemen saat ini dipengaruhi oleh kekuatan sosial, politik dan ekonomi. Pemahaman terhadap manajemen membantu para manajer masa kini dan masa depan untuk mengetahui posisi mereka sekarang dan terus melaju untuk mewujudkan manajemen yang lebih baik. Tiga perspektif manajemen utama berkembang sejak tahun 1800-an: perspektif klasik, perspektif humanistik, dan perspektif ilmu manajemen. Tiap perspektif memiliki kajian khusus yang memberikan pemikiran-pemikiran penting yang masih relevan bagi organisasi masa kini.
Salah satu tantang terbesar dari para manajer saat ini adalah membuat orang lain berfokus pada perubahan adaptif untuk menjawab berbagai tuntutan lingkungan yang tidak menetu dan berubahdengan cepat.
Bagian ketiga: Manajemen Inovatif Di Masa Sulit
Lingkungan organisasi terdiri atas semua elemen yang ada, yaitu lingkungan eksternal dan internal.  Elemen internal penting dalam membantu organisasi menyesuaikan diri dengan kingkungannya adalah budaya. Empat jenis budaya usaha adalah penyesuaian diri, pencapaian, keterlibatan dan konsistensi.
Budaya adalah sesuatu yang penting karena budaya dapat memberikan dampak penting terhadap kinerja organisasi. Manajer menciptakan dan mempertahankan budaya adaptif kinerja tinggi dengan cara kepemimpinan budaya. Prosedur kerja, penganggaran, pengambilan keputusan, sistem penghargaan dan aktivitas harian lainnya harus sejalan dengan nilai-nilai budaya.
Bagian Keempat,  Manajemen Inovatif Di Masa Sulit
Dimensi Nilai proyek perilaku proyek GLOBE (Global Leadership and Organizatinal Behavier Effectivenness) dianataranya 1) Sikap asertif; 2) Orientasi Masa depan; 3) Penghinaran ketidak pastian; 4) Perbedaan gender; 5) Jarak kekuasaan; 6) Kolektifitas sosial; 7) Kolektivitas individual; 8) Orientasi kinerja 9) Orientasi Kemanusiaan.
Pasar internasional memberikan banyak kesempatan, tetapi juga banyak kesulitan. Alternatif utama memasuki pasar internasional adalah outsourcing, ekspor, lisensi dan investasi langsung melalui joint venture atau perusahaan subsider yang dimiliki sepenuhnya.
Lebih jauh, lingkungan global berubah dengan cepat, sebagaimana digambarkan oleh pendirian Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) Uni Eropa dan Kesepatakan Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).
Nilai-nilai sosial budaya diberbagai negara beragam, serta mempengaruhi gaya memimpin, mengambil keputusan, memotivasi dan mengendalikan yang sesuai.
Bagian Kelima: Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Tiga pengembangan moral pribadi, pertama, Prekonvensional, kedua Konvensional dan ketiga Poskonvensional. Etika adalah kode prinsip moral yang membangun perilaku yang berhubungan dengan benar dan salah. Keputusan dan perilaku yang beretika biasanya dibimbing oleh sistem nilai. Empat pendekatan yang berdasarkan pada nilai yang menjadi kriteria dalam pengambilan keputusan yang beretika adalah pendekatan bermanfaat, individualisme, hak-hak moral dan keadilan.
Tanggung jawab sosial perusahaan berkaitan dengan nilai-nilai yang dianut perusahaan terhadap masyarakat. Model untuk mengevaluasi kinerja sosial melibatkan empat kriteria : ekonomi, hukum, etika dan kebijaksanaan.
Bagian Keenam:  Mengelola Etika dan Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan berdiri untuk suatu tujuan (misi) yang menjadi dasar bagi tujujan dan rencana strategis. Tujuan perusahaan diawali dengan tujuan strategis yang diikuti tujuan taktis dan operasional. Para manajer dapat menggunakan peta strategi untuk menyelaraskan tujuan dan mengkominkasikannya diseluruh perusahaan. Para manajer menetapkan tujuan yang bersifat spesifik dan terukur, mencakup bidang-bidang penting, menantang tetapi realistis, memiliki jangka waktu tertentu, dan dikaitkan dengan imbalan.
Bagian Ketujuh:  Perumusan dan Pelaksanaan Strategi
Manajemen strategis diawali dengan evaluasi terhadap misi, tujuan dan strategi perusahaan. Evaluasi ini kemudian diikuti dengan analisis situasi (SWOT). Strategi yang paling kreatif pun tidak akan bernilai jika tidak bisa diwujudkan kedalam tindakan. Para manajer mewujudkan strategi kedalam tindakan dengan menyelaraskan seluruh bagian perusahaan agar berkesesuaian dengan strategi baru. Empat bidang yang difokuskan oleh para manajer dalam penerapan strategi adalah kepemimpinan, rancangan struktural, sistem informasi dan kontrol serta sumber daya manusia.
Bagian Kedelapan : Pengambilan Keputusan dalam Manajemen
Tiga buah pendekatan dalam pengambilan keputusan adalah model klasik, yang merupakan model pengambilan keputusan yang ideal dan rasional; model administratif, yang lebih cenderung menggambarkan bagaimana seorang manajer membuat keputusan; dan model politik, yang mementingkan adanya diskusi dan pembangunan koalisi yang ada dalam banyak keputusan.

Dalam tindakan lebih lanjut maka seorang menejer harus mengetahui kapan mereka harus gagal, artinya seorang menejer harus berani mengambil resiko tapi juga tidak ragu menghentikan hal yang tidak kan berhasil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: