Pendidikan

Sukseskan Kalimantan Timur CEMERLANG 2013

Wajib Belajar 12 Tahun

A. Strategi Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Dan Informasi Untuk Meningkatkan Akses Pendidikan (Wajib Belajar 12 Tahun) Provinsi Kalimantan Timur

Dalam rangka mendukung dan menyukseskan program wajib belajar 12 tahun di wilayah Kalimantan Timur, diperlukan Teknologi Komunikasi dan Informasi (TIK) sebagai alat bantu untuk meningkatkan akses pendidikan. Beberapa TIK yang berkembang saat ini antara lain radio dengan program siaran radio pendidikan, televisi melalui program TV Edukasi (TV E), komputer dengan jaringan internet yang kemudian digunakan sebagai media pembelajaran berbasis e-learning dan teknologi multimedia lain. Semua teknologi itu jika digunakan pada seluruh pelosok kalimantan timur dapat membantu dan menunjang dalam usaha menyukseskan wajib belajar 12 tahun di wilayah Kalimantan Timur.

Tetapi kenyataannya, sumber daya daerah yang tidak sama, membuat perbedaan kemampuan daerah dalam memenuhi perkembangan teknologi yang maju sangat pesat. Tidak dipungkiri masih banyak daerah yang tertinggal untuk masalah teknologi. Seharusnya teknologi bukan untuk membebani suatu daerah tetapi untuk mempermudah dan meningkatkan kemajuan daerah tersebut.

Berikut adalah teknologi yang dapat digunakan dalam usaha meningkatkan akses pendidikan (wajib Belajar 12 Tahun) di wilayah Kalimantan Timur :

1.   Radio Pendidikan.

Media radio identik dengan indera pendengaran.   Informasi atau pesan yang disampaikan dituangkan kedalam lambang auditif. Karena penyampaian informasinya melalui radio, media ini memiliki pengaruh yang kuat terhadap perasaan pendengarnya. Di sini pendengar seolah-olah ikut terlibat dalam dialog atau program yang sudah dikemas untuk menyampaikan materi atau informasi. Radio merupakan media yang dinamis dan dapat mengikuti perkembangan zaman. Hal ini selaras dengan fungsi radio sebagai media hiburan dan informasi. Informasi sewaktu-waktu selalu berubah, setiap hari bahkan bisa berubah hanya dalam hitungan detik.

Peranan Radio Dalam Dunia Pendidikan

Radio merupakan salah satu sumber bahan ajar yang ekonomis, menyenangkan, dan mudah disiapkan. Dapat berfungsi sebagai media pembelajaran untuk belajar mandiri. Dengan kemasan materi yang menarik akan merangsang daya imajinasi anak, sehingga mereka akan terlihat aktif dan merangsang kreativitas anak. Media ini juga dapat membantu bagi audience yang mengalami buta huruf, karena penyajiannya mengandalkan audio, suara atau bunyi.
Dalam dunia pendidikan radio juga memberi kontribusi yang cukup besar, misalnya saja untuk menyampaikan informasi ke desa atau pelosok negeri yang belum terjangkau dengan fasilitas-fasilitas elektronik yang modern, radio dapat menyampaikan informasi tersebut dengan mudah merambah ke segala penjuru negeri. Selain alasan ekonomis, radio juga mudah kita akses di segala penjuru termasuk di daerah terpencil sekalipun. Dalam penyajiannya atau penyampaian pesannya lewat radio dapat dilakukan secara serempak, dalam waktu yang sama di beberapa daerah yang berbeda. Tidak hanya terbatas pada informasi untuk pendidikan saja, radio juga menawarkan berbagai hiburan baik itu melalui musik atau melalui drama radio.

Menurut Arif Sadiman dkk (1986:51-53) berpendapat bahwa media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan media lain yaitu :

  1. Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak
  2. Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah.
  3. Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal.
  4. Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak.
  5. Dapat merangsang partisipasi aktif dari pendengar.
  6. Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya.
  7. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik dan bahasa.
  8. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik.
  9. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tidak dapat dikerjakan oleh guru.
  10. Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu, jangkauannya luas.

2.      Televisi

Dengan berlakunya kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi maka terjadi pergeseran sistem pembelajaran menjadi berorientasi pada siswa. Kalau sebelumnya guru sebagai satu-satunya sumber siswa, kini menjadi fasilitator dan motivator. Sedangkan siswa harus lebih aktif mencari informasi dari berbagai sumber, sehingga pengetahuan siswa menjadi lebih luas dan beragam. Untuk memenuhi tuntutan kurikulum tersebut, pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan Nasional harus menyediakan berbagai sumber belajar sebagai salah satu contohnya adalah media televisi.

Televisi saat ini digunakan sebagai sarana pemerataan pendidikan di Indonesia karena fungsinya yang dapat menginformasikan suatu pesan dari satu daerah ke daerah lain dalam waktu yang bersamaan. Eksistensi televisi sebagai media komunikasi pada prinsipnya, bertujuan untuk dapat menginformasikan segala bentuk acaranya kepada masyarakat luas. Hendaknya, televisi mempunyai kewajiban moral untuk ikut serta berpartisipasi dalam menginformasikan, mendidik, dan menghibur masyarakat yang pada gilirannya berdampak pada perkembangan pendidikan masyarakat melalui tayangan-tayangan yang disiarkannya. Sebagai media yang memanfaatkan luasnya daerah liputan satelit, televisi menjadi sarana pemersatu wilayah yang efektif bagi pemerintah. Pemerintah melalui TVRI menyampaikan program-program pembangunan dan kebijaksanaan ke seluruh pelosok tanpa hambatan geografis yang berarti.

3.      Komputer dan Multimedia Interaktif

Multimedia berasal dari kata “multi” dan “media”. Multi berarti banyak, sehingga mutimedia dapat diartikan  sebagai gabungan dari berbagai media yang terintegrasi. Kombinasi berbagai media  dimanfaatkan secara harmonis dan terintegrasi sehingga menghasilkan satu program pembelajaran yang sinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu.  Program pembelajaran yang disajikan dalam bentuk CD /off line.

Manfaat  Multimedia Interaktf :

  • Mendorong siswa   belajar secara mandiri
  • Membantu siswa meningkatkan pemahaman materi
  • Membantu dan mendorong guru dalam menjelaskan hal-hal yang sulit digambarkan dengan kata-kata.

4.      Komputer dan Jaringan Internet

a.      E-dukasi.net

Internet telah memungkinkan orang dapat berkomunikasi dan bertukar informasi satu sama lain setiap saat dengan mudah dan cepat. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi internet dalam pendidikan adalah portal pembelajaran. Pustekkom mengembangkan sebuah portal pembelajaran yang dinamakan e-dukasi.net yang dirancang dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat menjadi wadah sumber belajar yang dapat diakses oleh guru maupun siswa di mana saja dan kapan saja, dapat menjadi wahana komunikasi komunitas sekolah. Dapat diakses melalui alamat url : http//www.e-dukasi.net.

E-dukasi.net adalah portal pendidikan yang menyediakan bahan belajar dan fasilitas komunikasi dan interaksi antar komunitas pendidikan. E-dukasi.net diluncurkan sejak tahun 2003 dan hingga kini terus mengalami penyempurnaan.

Sasaran :

  • Siswa dengan jenjang pendidikan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK.
  • Guru.
  • Masyarakat Luas.

b.      Bimbel Online

Bimbingan Belajar Online adalah salah satu layanan di e-dukasi.net yang menyediakan latihan dan bimbingan belajar siswa, yang dapat diakses melalui internet dan intranet (jardiknas) dan diasuh oleh tutor/guru yang berkompeten dibidangnya untuk membantu siswa menyiapkan diri menghadapi ujian.

Agar semua guru baik di daerah perkotan maupun pedalaman dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi secara maksimal baik itu penggunaan komputer yang berbasis multimedia atau menggunakan jaringan internet dan sebagainya maka, sebaiknya para guru tersebut diberikan pelatihan sehingga menghasilkan guru yang dapat memanfaatkan TIK dalam proses belajar-mengajar dan dapat mengembangan bahan ajar berbasis TIK (Internet, Radio/audio, Televisi/video, media presentasi dan Multimedia pembelajaran) serta demi pemerataan kesempatan dan peningkatan mutu pendidikan.

c.      Komunitas Pendidikan Online

Satu lagi peran internet yang berguna di bidang pendidikan adalah pembuatan komunitas pendidikan di internet.

Saart ini telah dibuat suatu website untuk perkumpulan guru-guru di Indonesia yaitu www.klubguru.com yang berisi tentang berita-berita seputar pendidikan, beasiswa, bank soal, download, tabloid klubguru, dan program sagusala (Satu Guru Satu Laptop) serta milis para guru seluruh Indonesia. Hal ini merupakan salah satu contoh penting dalam meningkatan kualitas  guru se Indonesia umumnya dan kaltim khususnya. Apabila gurunya sudah melek internet, dapat memahami dan memaksimalkan penggunaan ICT  untuk pembelajaran maka, proses belajar dan mengajar akan jauh lebih mudah dan pelajaran yang disampaikan akan terserap dengan cepat oleh para siswa.

dan masih banya lagi teknologi informasi yang dapat digunakan untuk pemerataan kesempatan wajib belajar 12 tahun yaitu : Membuat forum diskusi, telekolaborasi, chatting, bekerja sama dengan developer software lain dan membuat profil web untuk sekolah.

::  Semoga Bermanfaat ::

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: